• Enter Slide 1 Title Here

    Woody Magazine is a free premium blogger template. This is free for both personal and commercial use. However, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its designers and authors.
    This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

  • Enter Slide 2 Title Here

    Woody Magazine is a free premium blogger template. This is free for both personal and commercial use. However, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its designers and authors.
    This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

  • Enter Slide 3 Title Here

    Woody Magazine is a free premium blogger template. This is free for both personal and commercial use. However, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its designers and authors.
    This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

Kamis, 29 November 2018

nora to oujo to noraneko

Seri pendek anime yang di adaptasi dari Novel dewasa ini dilanjutkan ke musim 2.
Melalui website resminya, proyek Nora to Oujo to Noraneko kembali dilanjutkan. Anime ini diprediksi akan melanjutkan cerita terakhir dari musim sebelumnya yang telah mengudara pada musim panas 2017 lalu. Hingga saat ini belum ada informasi kapan anime ini akan mengudara. Namun yang jelas anime ini akan diproduksi oleh DMM.Future Works

Sedangkan game visual novelnya direncanakan akan dirilis pada 29 Februari 2019 mendatang dan hanya tersedia dalam platform PlayStation 4, Nitendo Switch dan PS Vita.
Banner Game

Sinopsis

Handa Nora adalah anak laki-laki yang tinggal bersama dengan Yuuri Shachi, seorang gadis yang diadopsi oleh ibu Nora. Berkat banyak orang, mereka berdua tumbuh baik bahkan setelah orang tua mereka meninggal dunia. Setiap pagi, Sachi selalu membangunkan Nora yang disukainya.

Nora banyak menghabiskan masa sekolahnya bersama Kuroki Michi, yang merupakan ketua komite kedisiplinan. Juga bersama teman masa kecilnya, Asuhara Yuuki.

Suatu hari, Nora bertemu dengan seorang gadis bernama Patricia di taman. Patrica mengatakan bahwa dia adalah putri neraka dan bermaksud untuk menghacurkan semua kehidupan. Namun saat pertama kali menyentuh daratan, dia pingsan, dan Nora pun merawatnya. Patrica kemudian meminta Nora untuk menceritakan tentang hidup di dunia, termasuk hal-hal mesum yang baru saja mereka lihat di taman.
PV Musim Pertama



https://nora-anime.net/

November 29, 2018   Posted by Nekone Team in , , with No comments
Read More

Rabu, 28 November 2018

header Episode 7
Akhirnya, episode 7 dari anime imo-imo ini meluncur. Sempat di cacimaki karena kualitas gambar buruk, mendapat berita tidak mengenakan seputar key Animator anime imo-imo yang dikabarkan tidak dibayar sama sekali dan mereka harus berkerja ekstra membuat anime ini sempat jatuh rating.


Namun, pada tanggal 28 November 2018 kami mendapatkan potongan adegan episode 7 yang dinanti-nanti. Screenshoot ini kami dapatkan dari akun media sosial resmi milik Kadokawa Anime Channel. Potongan gambar adegan ini pun dapat dilihat pada official web imo-imo di http://imo-imo.jp/story/?ep=7.

Melihat dari potongan adegan tersebut, nampaknya keterlambatan penayangan memberikan waktu bagi studio untuk memperbaiki kualitas gambar, dari segi coloring, bentuk simetri, dan spesial effect yang nampak sangat buruk di episode ke 2.


November 28, 2018   Posted by Nekone Team in , with No comments
Read More

Rabu, 21 November 2018

Baru-baru ini netizen Indonesia diresahkan dengan salah satu kelakuan seorang otaku / weaboo yang mengakui dirinya adalah seorang Lolicon dan Pedophile. Nah, apakah itu lolicon? Apakah ada keterkaitannya dengan masalah kelainan disorientasi sex seperti pedofilia? Insider Animex akan membahasnya!


Sungguh kelewat batas, kali ini ada salah seorang otaku / weaboo dengan secara terbuka, dan sadar diri mengakui dirinya adalah seorang lolicon sekaligus pedofilia. Hal ini membuat gempar netizen Indonesia karena dianggap meresahkan, bahkan KPAI dan pihak Kepolisian sudah mengusut kasus tersebut karena dimanapun pedofilia ini sudah menjadi salah satu penyebap kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur di Indonesia.

Walaupun begitu, banyak pihak yang mengatakan bahwa Lolicon itu tidak mesti sama dengan Pedofilia, dan banyak pihak penggemar Lolicon itu merasa tidak terima dengan Pedofilia. Mengapa? Simak ulasan berikut ini melalui kaca otaku:


Tentang Lolicon

Jika berbicara tentang Lolicon, pasti orang akan bertanya-tanya, apakah itu Lolicon? Lolicon merupakan singkatan dari Loli Complex, karena diserap dalam bahasa katakana Jepang, maka menjadi ロリコン (Dibaca: Roricon). Adalah ketertarikan / obsesi seseorang terhadap anak-anak dibawah umur, menjelang, atau sesudah pubertas, mereka biasa disebut Lolita (disingkat Loli). Obsesi yang dimaksud adalah, obsesi yang "tidak harus" berhubungan dengan seksualitas. Pelaku pedofilia "kebanyakan" Pria dan korban adalah anak perempuan / laki-laki di bawah umur.
Contoh karakter loli.
Hina Takanashi - Papa no Iukoto wo Kikinasai

Lolicon juga digunakan di dunia otaku Jepang (penggemar budaya pop Jepang) yang sering digunakan untuk mendefinisikan suatu genre atau penggemar yang memiliki obsesi yang sama persis seperti yang telah dijelaskan diatas. Hal ini mengacu pada ketertarikan akan karakter yang, atau berimage Loli yang akan kami jelaskan di bawah.


Loli

Seperti yang telah dijelaskan diatas, Lolita / Loli merupakan anak-anak yang dibawah umur, menjelang, atau sesudah purbetas, didalam dunia otaku Loli "hanya" berjenis kelamin wanita, sedangkan pria disebut Shota. Walau sejatinya di dalam dunia otaku Jepang banyak karakter yang hanya imagenya saja yang Loli. Karakter yang memiliki image Loli ini biasa disebut Legal Loli, atau Loli yang sudah memiliki umur dan sifat layaknya orang dewasa, namun struktur, bentuk serta karakteristik tubuhnya menyerupai seorang anak-anak yang belum tumbuh.
Kiri ke Kanan: Chino Kafuu (< 12 tahun), Chiyo Sakura (16 Tahun), Rory Mercury (961 Tahun)

Saat ini sebutan loli sendiri masih ambigu karena penggunaannya bisa diberbagai dunia hiburan, tempat dan fashion. Serta belum ada ketentuan pasti karakteristik yang tepat menggambarkan seorang loli, karena ini tergantung presepsi masing-masing yang memahami sebutan Loli tersebut.


Disorientasi Sex Lolicon sama dengan Pedofilia?

Seperti yang kita sebutkan, banyak karakter Loli di dunia otaku Jepang yang memliki umur yang sudah dewasa, yang bisa kita sebut adalah Legal Loli dan ada karakter Loli yang memang memiliki karakteristik dibawah umur. Namun apakah seorang Lolicon tidak memiliki ketertarikan seks terhadap karakter loli yang ia senangi? Jawabnya adalah Iya. Jadi Lolicon adalah Pedofilia? Jawabannya adalah tidak semua.

Jika anda bertanya mengapa jawabnya demikian, sederhananya anda perlu menelaah orang tersebut. Apakah dia memiliki ketertarikan terhadap dunia otaku atau tidak? Bagaimana dia menyukai loli? Apakah dia menyukai Legal loli (loli dewasa) ataupun Real Loli (loli dibawah umur)?
Anime Uchi no Maid Uzasugiru! (Maid dirumahku sungguh Menyebalkan!)
Menceritakan seorang loli berdarah Russia yang terganggu akan Maid (pembantu wanita) yang seorang lolicon dirumahnya.

Sebagai contoh banyak orang di dunia otaku yang mencintai karakter atau animasi loli. Namun dia tidak menyukai loli di dunia nyata, orang seperti ini tidak perlu anda takuti atau klaim sebagai Pedofilia, karena dia tidak akan melakukan aksi kriminal seks terhadap anak-anak di dunia nyata, karena dia sudah tenggelam didalam dunia 2D / Animasi.

Adalagi dia memiliki ketertarikan pada Loli dewasa, dimana jarang sekali ditemukan di dunia nyata. Orang seperti ini biasanya masih berfikir rasional untuk melakukan tidak kejahatan seks terhadap orang-orang disekitarnya.

Ada contoh lagi, orang yang menyukai loli di dunia animasi atau populer Jepang, tidak menyukai anak-anak kecil di dunia nyata. Karena anak-anak di dunia nyata tidak bisa disesuaikan seperti loli-loli di dunia animasi, maupun loli dewasa (legal loli). Bahkan ada Lolicon yang menganggap bahwa Loli didunia nyata itu menyebalkan dan menyusahkan.

Lolicon hanya menyukai karakter wanita, tidak dengan karakter pria. Sedangkan Pedofilia biasanya tidak mementingkan jenis kelamin.

Dalam kesimpulan kasus-kasus tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang Lolicon belum tentu adalah seorang Pedofilia.


Kemanakah Pelampiasan Para Lolicon di dunia Budaya pop?

Jika anda bertanya demikian, maka anda perlu belajar kedunia populer Jepang, dimana banyak sekali hiburan seks yang mampu meredam amarah seorang Lolicon agar tak menjadi Pedofilia. Mulai dari Anime, Japan Adult Video (Jav), Animasi Hentai, Doujin, Hentai Doujin, dan Visual Novel. Dari dunia hiburan di budaya populer Jepang tersebut menyajikan genre seks Loli dan semuanya adalah legal.


Kesimpulan

Dari semua pembahasan diatas dapat disebut bahwa seorang Lolicon berbeda dengan Pedofilia, mulai dari pandangan, kepercayaan serta hiburan. Namun, seorang Lolicon dapat menjadi seorang Pedofilia apa bila dia kehilangan pandangan dan tidak berfikir rasional. Pedofilia biasanya pelakunya kebanyakan Pria, dan korban bisa saja anak laki-laki atau perempuan. Namun Lolicon, pelakunya bisa saja Pria maupun Wanita, namun korbannya tidak berasal dari dunia nyata, bisa saja karakter anak perempuan, atau wanita dewasa yang memiliki image anak-anak yang tentu saja legal karena mereka berumur lebih dari 18 tahun, bahkan ada yang umurnya ratusan. Dan tidak semua Lolicon adalah Pedofilia begitu juga sebaliknya, tidak semua Pedofilia adalah seorang Lolicon.

Demikian pembahasan Insider kami soal Fenomena Lolicon. Jika ada tambahan, kalian bisa tuliskan masukan kalian di kolom komentar yah.

November 21, 2018   Posted by Nekone Team in , , with No comments
Read More

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Search